Selasa, 19 Maret 2013

SPJICT Barometer Pekerja Terminal Petikemas

Ibarat bertemu kawan yang lama berpisah lalu bertemu dalam satu kesempatan, berbagai ungkapan perasaan serta cerita dan pengalaman pun tercurahkan, apalagi mengingat sang teman itu kini senasib dan seperjuangan. Kesan itulah yang muncul saat pengurus SP TPS (Serikat Pekerja Terminal Petikemas Surabaya) berkunjung ke Kantor SP JICT, Kamis (28/2) lalu.

Suasana akrab itu tampak terlihat dari dari perbincangan Ketua SP JICT H Muji Wahyudi yang didampingi Sekjen Yudi Prasetyo, dengan Ketua SP TPS Slamet Pamuju dan wakil Ketua SP TPS, Aji Joko.

”Kami ini tidak bisa dipisahkan dengan teman-teman SPJICT, yang sejak awal menjadi barometer kami bahkan seluruh pekerja terminal peti kemas Indonesia tentunya. Karena itu, kami tak akan melewatkan tukar-menukar informasi bersama teman-teman di SP JICT” kata Slamet Pamuju, kepada Spliker.

Menurut Pamuju, JICT dengan TPS memiliki kesamaan sebagai perusahaan yang diprivatisasi  sehingga PKB pun seharusnya tak jauh beda. “Kami mengakui sampai saat ini PKB di TPS masih berbeda jauh dibandingkan dengan PKB SPJICT” ujarnya.

Pamuju mencontohkan, keberadaan sekretariat SPTPS Surabaya yang belum memiliki fasilitas seperti SPJICT. Selain itu, pencapaian perusahaan dalam bentuk award belum melibatkan unsur pekerja. ”Padahal penghargaan yang diterima perusahaan itu ada peran pekerja, dengan produktivitas kerja yang terus meningkat setiap tahunnya” katanya.

Di JICT, kata Pamuju, ketika perusahaan mendapat penghargaan (award) maka ada yang diberikan kepada karyawan. ”Ini yang saya dengar langsung dari Ketum SPJICT mengenai bonus saat perusahaan mendapat penghargaan dituangkan dalam PKB, ini sesuatu yang belum ada di PKB SP TPS” ungkapnya.

Pamuju menjelaskan keberhasilan SP JICT dalam meningkatkan kualitas PKB sebagai acuan untuk memperjuangkan PKB TPS kepada manajemen khususnya manajemen Dubai Port Holdin

Hal senada diungkapkan Aji Joko, wakil Ketua SP JICT.  Menurutnya, SP TPS perlu banyak bertemu dengan SP JICT sehingga kualitas PKB TPS terus membaik. ”Jangan seperti selama ini yang terkesan stagnan, kami SP TPS dinilai tidak bekerja, kurang berani berhadapan dengan pihak manajemen” ujarnya. Dengan tukar informasi ini, kata Aji, pihaknya punya bekal untuk bisa lebih berargumentasi dengan manajemen TPS yang dinilainya belum sepenuhnya berpihak pada kesejahteraan karyawan TPS selama ini.

”Dengan kata lain kami di depan manajemen punya gambaran jelas dan akurat bagaimana seharusnya kualitas PKB itu dibuat untuk kedepannya” kata Aji.

Slamet Pamuju menambahkan, pihaknya berharap banyak agar teman-teman SPJICT memotivasi perjuangan teman–teman SP TPS.

”Kami berharap ke depan ada kerja sama berkelanjutan, misanlnya saja kami setuju dan mendukung terhadap rencana pembentukan aliansi pekerja terminal petikemas seluruh Indonesia, untuk menghadapai era globalisasi logistik yang semakin ketat” imbuhnya. (Tim Spliker).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar